HUBUNGI KAMI

HUBUNGI KAMI DI

NOMER TELVON : 081273030336
NOMER WHATSAPP : 081273030336

perbaikan rumah - risa asri landscape

RISA ASRI
Selamat datang di situs risa asri
SITUS YG BERGERAK DI BIDANG LANSEKAP MELIPUTI JASA PEMBUATAN TAMAN, VERTICAL GARDEN, KOLAM MINIMALIS, KOLAM RENANG, CARPORT, WATER WALL, GASEBO, ORNAMEN, TEBING AIR TERJUN, RELIF, KOLAM IKAN KOI, BATU ALAM BATU SIKAT AMPYANGAN, MURAL, DLL LANSECAP

Sebelum anda memutuskan membuat dan mencari jasa tukang LANDCAPE alangkah baiknya anda baca dulu tulisan ini.
memang tentunya tidak semua jasa tukang taman mampu mengerjakan lansekap yang berkualitas dan bergaransi, untuk itu kami risa asri menawarkan jasa pembuatan taman rumah minimalis, taman klasik, vertical garden dll dengan kualitas yang sudah pasti memuaskan anda
Kami mampu mengerjakan segala jenis bentuk dan konsep taman, kolam, carport, tebing dll.
Karna setiap rumah atau hunian berbeda beda bentuknya dan kami bisa menyesuaikan dan meng aplikasikan konsep dan desain taman agar serasi dengan rumah anda
Dan kami selalu memberi garansi untuk setiap proyek yang kami kerjakan.

di sini kami menyediakan paket harga yang lebih menarik dan pastinya murah, karna saya paham apa yang di cari konsumen, dan dalam pengerja,an kami selalu menjaga kualitas, dan kami tidak sedikitpun mengurangi kualitas kami . Kami berani memberi harga lebih murah karna kami bukan pemborong melainkan kami sendiri yang akan mengerjakan proyek bpak / ibuk. yang pastinya harga akan lebih bersahabat

semua adalah keahlian kami dalam bidang pembuatan taman, vertical garden, carport, relif dll
kita sudah berpengalaman lebih untuk mengerjakan desain dan pembuatan taman. atas kepercyaan konsumen dan klient kami. kami sudah pernah mengerjakan hampir diseluruh wilayah indonesia.

risa asri kami merupakan jasa pembuatan taman spesialis untuk pembuatan taman rumah hunian, hotel dan kantor komersial. di dukung dengan tenaga ahli yang sudah berpengalaman, risa asri senantiasa akan menghadirkan konsep desain lansekap yg terupdate dan terkini.

@ risa asri adalah sebuah situs yang bergerak di bidang lansekap yang sudah berpengalaman penuh di bidang pertamanan, bangunan seni dan dekorasi, kami selalu mengutamakan kualitas dan risa asri di tunjang tenaga tenaga ahli yang provesional dan berpengalaman, kami mampu mengerjakan segala jenis bentuk desain dan konsep dan kami juga mampu kerja cepat dan tepat waktu sesuai waktu yang di sepakati. sudah banyak proyek yang kami kerjakan dari sekala kecil, sedang hingga sekala besar. trima kasih karna sudah mempercayakan proyek anda pada kami, karna kepuasan anda adalah visi dan misi kami. untuk melihat contoh gambar hasil pekerjaan kami
GALERI GAMBAR KLIK DI SINI
-GAMBAR TAMAN KLIK DISINI
-GAMBAR VERTICAL GARDEN KLIK DISINI
-GAMBAR KOLAM RENANG KLIK DISINI
-GAMBAR KOLAM MINIMALIS KLIK DISINI
-GAMBAR CARPORT KLIK DISINI
-GAMBAR GASEBO KLIK DISINI
-GAMBAR DEKORASI TEBING KLIK DISINI
-GAMBAR ORNAMEN RELIF KLIK DISINI
-GAMBAR CAT WOS KLIK DISINI
-GAMBAR PASANG BATU ALAM KLIK DISINI

Senin, 23 Desember 2013

Ciri Betina Dan Jantan Burung Cucak Rawa

Burung Cucak Rawa termasuk burung monomorfik, di mana hampir tidak ada perbedaan secara fisik yang terlihat dan dapat membedakan keduanya, antara: burung jantan dan burung betina. Akan tetapi ada beberapa hal yang bisa digunakan untuk menentukan jenis kelaminnya oleh para penangkar yang sudah berpengalaman.

Ciri secara fisik burung cucak rawa dapat dibedakan dengan memperhatikan beberapa tanda.

Cucak Rawa Jantan.
Kepala bulat, dengan bulu berwarna lebih tua, tampak ada semacam belahan bulu. Bulu rahang lebih putih dan tampak bersih cerah. Bulu punggung dan sayap berwarna abu-abu, garis-garis hitam putih lebih nyata. Ekor lebih panjang dan menyatu paruh tampak lebih kokoh kuat dan tebal serta agak melengkung. Garis hitam di bawah mata tampak lebih jelas.

Cucak Rawa Betina.
Kepala lebih datar, dengan bulu berwarna lebih ringan, dan tidak ada belahan bulu. Bulu rahang lebih kotor, tampak putih keabu-abuan. Garis-garis hitam putih kurang jelas. Ekor lebih pendek dan sedikit agak mengembang. Paruh lebih pipih dan cenderung tampak lebih cantik. Garis hitam di bawah mata dengan warna lebih ringan.

Dari tingkah laku dan gerakannya, burung Cucak Rawa dapat diketahui sekaligus dibedakan antara jantan dan betina. Terutama bila burung telah jinak dan gerakannya telah menunjukkan kebebasan tanpa ada rasa takut.

Cucak Rawa Jantan.
Gerakannya lebih agresif, sering melompat, seakan-akan menantang dan terlihat berani. Bila melihat lawan jenisnya seakan-akan merayu dan melakukan gerakan atraktif, sedang bila dengan jenis yang sama, seakan-akan ingin menyerang. Banyak gerakan kaki dan tubuh yang seakan-akan hendak mengangkat ke atas dan ekornya mengarah ke bawah. Kepala menunjukkan gerakan melongok ke atas dengan gerakan yang nampak berani dan menantang disertai dengan siulan keras bernada memanggil.

Cucak Rawa Betina.
Gerakan lebih lamban dan tampak halus. Bila melihat lawan jenisnya akan menggerak-gerakkan sayap yang sedikit agak dikembangkan paruh terbuka dan lidah digerak-gerakkan seperti anak Cucak Rawa yang minta disuapi induknya. Sambil mendekat menyuarakan suara yang lembut, sambil merendahkan badan serta ekornya agak terangkat keatas. kepala sering merunduk atau merendah ke depan merendah sejajar dengan punggungnya.

Baca juga yang ini: Burung Cucak Rawa

Dari suaranya, Burung Cucak Rawa juga dapat dibedakan jenis kelaminnya, walaupun untuk itu perlu dibutuhkan waktu yang relatif lama.

Cucak Rawa Jantan.
Lebih sering menyampaikan nada panggil tinggi, keras dan melengking. Banyak variasi nada dan irama yang sering diperdengarkan. Bila berkicau bersama atau berpasangan akan memimpin irama lagunya. Secara garis besar suaranya "Klang Kling Klung" -saja.

Cucak Rawa Betina.
Suara terdengar besar dan dalam, seakan akan memberi jawaban kicauan burung jantan. Variasi suara lebih monoton dan seolah olah hanya mengikuti saja. Perbandingan ini akan nampak jelas lagi bila dua burung, jantan dan betina, sedang berkicau bersahut-sahutan saling didekatkan. Namun ada juga burung betina yang dapat bersuara doble, sehingga dalam hal ini sulit untuk memilih atau menentukan antara jantan dan betina. Secara garis besar suaranya "Klang Kling Klung"- diakhiri dengan "Kliuk".

Demikian cara mengetahui, Ciri Jantan Dan Betina Burung Cucak Rawa. Semoga bermanfaat....

Kamis, 12 Desember 2013

Menu Pakan Yang Variatif

Burung Cucak Rawa memerlukan menu pakan yang variatif sehingga kecukupan nutrisi, vitamin dan mineralnya. Pakan yang bagus, selain lengkap nutrisinya seperti protein, karbohidrat, juga lengkap vitaminnya, seperti: vitamin A, D3, E, B1, B2, B3 (Nicotimanide) B6, B12, C, K3, mengandung zat esensial, seperti: D-L Methionine, I-Lisin HCl, Folic Acid (sesungguhnya adalah salah satu bentuk dari vitamin B) dan Ca-D.

Mineral dibutuhkan dalam pembentukan darah dan tulang, keseimbangan cairan tubuh, fungsi syaraf yang sehat, fungsi sistem pembuluh darah jantung dan lain-lain. Seperti vitamin, mineral berfungsi sebagai ko-enzim, memungkinkan tubuh melakukan fungsinya seperti memproduksi tenaga, pertumbuhan dan penyembuhan. Yang termasuk mineral yang diperlukan Burung Cucak Rawa adalah Calcium, Phosphor, Iron, Manganase, Iodium, Cuprum, Zinccum, Magnesium, Sodium Chlorin dan Kalium.

Sebaiknya pilih Voer yang berkadar protein sedang yaitu: 12%-18%, Voer diberikan sebagai pelengkap kebutuhan nutrisinya. Selalu ganti dengan Voer yang baru setiap dua hari sekali. Burung ini sangat menyukai buah Pepaya, Pisang Kepok Putih, Apel, Pir, Tomat dan beberapa buah lainnya. Disamping itu, buah Pepaya sangat mudah dicerna dan sangat cocok dengan sistem metabolisme rata-rata burung pemakan buah.

Pakan tambahan (extra fooding) yang sangat baik yaitu: Jangkrik, Orong-orong, Kroto, Ulat Hongkong, Ulat Bambu, Kelabang, Belalang dan lainnya. Pemberian EF harus selalu disesuaikan dengan karakter pada masing-masing burung dan juga harus mengetahui dengan pasti dampak klausal dari pemberiannya EF tersebut.

Baca juga tulisan yang ini : Burung Cucak Rawa

Perawatan harian burung cucak rawa relatif sama dengan burung berkicau jenis lainnya, kuncinya yaitu rutin dan konsisten memberikan menu pakan yang variatif untuk burung ini.

Rabu, 11 Desember 2013

Burung Cucak Rawa

Burung Cucak Rawa dikenal umum sebagai cucakrawa, cangkurawah (Sunda), dan barau-barau (Melayu). Dalam bahasa Inggris disebut Straw-headed Bulbul, mengacu pada warna kepalanya yang kuning-jerami pucat. Nama ilmiahnya adalah Pycnonotus zeylanicus (Gmelin, 1789). Cucak Rawa tergolong sebagai burung yang berukuran sedang, panjang tubuh totalnya (diukur dari ujung paruh hingga ujung ekor) sekitar 28 cm.

Klasifikasi ilmiah:
Kerajaan : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Aves
Ordo : Passeriformes
Famili : Pycnonotidae
Genus : Pycnonotus
Spesies : P. zeylanicu

Nama binomial : Pycnonotus zeylanicus

Burung Cucak Rawa jantan dan betina berwarna serupa, bulu mahkota (sisi atas kepala) dan penutup telinga berwarna jingga atau kuning jerami pucat, bulu strip malar di sisi dagu dan garis kekang yang melintasi mata berwarna hitam. Bulu punggung berwarna coklat zaitun bercoret-coret putih, sayap dan ekor kehijauan atau hijau coklat zaitun. Bulu dagu dan tenggorokan berwarna putih atau semu putih, bulu leher dan dada berwarna abu-abu bercoret putih. Bulu perut berwarna abu-abu, dan bulu bagian belakang berwarna kuning. Iris mata berwarna kemerahan, paruh berwarna hitam, dan warna kaki coklat gelap. Disetiap asal usulnya ada perbedaan warna mulai dari sumatra badan besar, warna kepala kuning kecoklatan. Sebaliknya yang berasal dari kalimatan hanya berwarna kuning saja. Burung Cucak Rawa kerap kali bermisai halus, beberapa pula dengan warna hitam di kepala, jambul yang dapat digerak-gerakkan, atau janggut putih.

Burung Cucak Rawa merupakan salah satu anggota suku merbah. Merbah atau disebut juga cucak-cucakan (familia Pycnonotidae) merupakan suku burung pengicau dari Afrika dan Asia tropis. Burung-burung ini kebanyakan memiliki suara yang merdu dan nyanyian yang beraneka ragam, kerap kali hutan menjadi ribut oleh suaranya terutama di pagi dan petang hari. Dalam bahasa Inggris, burung-burung ini dikenal sebagai Bulbul.

Merbah aslinya dalam bahasa Melayu merujuk kepada beberapa jenis burung pengicau yang berbulu suram di semak belukar, termasuk pula jenis-jenis burung pelanduk, tepus, bentet dan lain-lain. Di sini, untuk kepentingan standarisasi penamaan seperti yang digunakan LIPI, merbah digunakan terbatas untuk menyebut burung-burung dari keluarga Pycnonotidae. Selain disebut merbah, burung-burung dari suku ini memiliki beberapa sebutan umum yang lain seperti cucak (Jawa), tempuruk, empuruk. tempulu’, empulu’, pampulu, empuloh (aneka bahasa Melayu di Sumatera dan Kalimantan), dan lain-lain.

Burung Cucak Rawa biasa ditemukan di rawa-rawa dan di sekitar sungai, atau pun di tepi hutan, bersembunyi di balik dedaunan dan hanya terdengar suaranya yang khas. Burung ini senang menjelajah semak belukar dan hutan yang setengah terbuka, mereka memetik aneka buah kecil-kecil dan memburu serangga dan sebagian lagi lebih senang tinggal di atas pepohonan. Suaranya lebih berat dan lebih keras dari umumnya cucak dan merbah. Siulan jernih, jelas, berirama baku yang merdu. Kerap kali terdengar bersahut-sahutan. Di alam bebas, burung ini menyukai jenis pakan yang variatif dengan memangsa aneka serangga, siput air, dan berbagai buah-buahan yang lunak seperti buah dari jenis-jenis beringin. Burung ini sering didapati berpasangan atau berkelompok, burung-burung ini terkadang bercampur dengan jenis yang lain. Ramai bersuara nyaring saling memanggil.

Baca artikel ini : jenis pakan yang variatif

Burung Cucak Rawa membuat sarang di atas pohon atau perdu, berbentuk cawan dari rumput, tangkai daun, atau serpihan daun, bercampur dengan serat-serat yang lain. Telur 2-3 butir. Cucak Rawa menyebar di dataran rendah dan perbukitan di Semenanjung Malaya, Sumatra (termasuk Nias), Kalimantan, dan Jawa di bagian barat. Di Jawa Barat terdapat sampai ketinggian 800 m dpl., namun kini sudah sangat jarang akibat perburuan.

Burung Cucak Rawa hidup di hutan belantara terutama di daerah rawa atau pada muara sungai kecil yang dangkal dan berair tenang, karena burung ini gemar mandi dan berjemur sinar matahari di waktu pagi sambil berkicau riang diatas dahan dan ranting yang menjorok di atas sungai. Mereka hidup secara bergerombol atau berkelompok terutama pada senja hari di menjelang matahari tenggelam. Pada pagi hari mereka akan mandi bersama dengan berkicau riang. Setelah puas, mereka akan terbang secara berpasangan untuk mencari makan.

Pada saat musim kawin tiba, yaitu menjelang musim penghujan sekitar bulan Juli sampai dengan bulan September, pasangan dewasa akan mulai membuat sarang secara bersama-sama. Untuk menghindari gangguan dari musuh alami atau manusia, burung ini biasanya membuat sarang pada pucuk ranting yang tinggi atau pada ranting yang kering. Sarang biasanya dibuat dari ranting-ranting kecil dan rumput-rumput kering, yang dibentuk menyerupai mangkok. Setelah sarang selesai dibuat, tiba saatnya burung betina akan bertelur antara 2 sampai 4 butir, tetapi biasanya hanya 2 telur saja. Selama kurang lebih 2 minggu, telur-telur ini akan dierami oleh induknya secara bergantian. Setelah menetas, secara bergantian pula, induknya akan menyuapi anak-anaknya. Pada saat umur 3 bulan, anak Cucak Rawa mulai diajak keluar sarang untuk belajar terbang agar dapat mencari makan sendiri.


Musuh alami Burung Cucak Rawa adalah ular dan binatang hutan lainnya, namun musuh yang paling berbahaya adalah manusia. Karena nilai jualnya tinggi, berbagai cara ditempuh untuk mendapatkan Burung cucak rawa ini.

Minggu, 08 Desember 2013

Burung Kemade

Burung Cabe Jawa atau Burung Kemade sangat menyukai hinggap di pohon besar yang terdapat benalu, selain itu juga suka menghinggapi pohon yang bunganya kecil, serta pohon lain yang memiliki buah berukuran kecil. Burung ini sangat lincah, jarang sekali diam dan selalu aktif bergerak. Peranannya dalam ekologi juga sangat besar, karena turut membantu menyebarkan biji-bijian dari tanaman buah yang menjadi makanannya.


Makanan utama burung kemade ini adalah buah-buahan, dan beberapa serangga kecil. Karena itu, dalam perawatan hariannya pun burung ini tidak bisa dipisahkan dari buah-buahan, meski nantinya sudah bisa makan voer dengan total. Buah menjadi kata kunci dalam perawatan burung kemade ini. Hanya sehari saja kita alpa menyediakan buah-buahan, burung ini cenderung mudah drop, tidak fit, bahkan sakit.

Untuk perawatan-nya cukup mudah dan sama dengan perawatan harian pada burung pleci. Pagi hari cukup di angin-anginkan. Setelah itu burung diberi makan buah, di selingi dengan ulat kandang. Kemudian dijemur sebentar, setelah itu di angin-anginkan lagi sampai sore.

Meski bertubuh kecil, burung kemade atau cabe-cabean ini sangat besar peranannya dalam ekologi. Sebab burung ini turut membantu menyebarkan biji-bijian dari tanaman buah yang menjadi makanannya.
Persebaran burung ini cukup luas, mulai dari Jawa, Bali, Lombok, dan sebagian wilayah Sumatera. Mereka sering terlihat di perkebunan, tanaman di kawasan pinggiran kota maupun pusat kota. Biasanya mereka sering terlihat bersama-sama dengan kelompok burung pleci saat mencari makanan, terutama di pepohonan.

Burung Kemade atau cabe jawa, atau scarlet-headed flowerpecker, memiliki nama spesies Dicaeum trochileum. Sesuai dengan nama ilmiah tersebut, burung ini berada dalam genus Dicaeum, salah satu anggota dari keluarga Dicaeidae. Para ahli burung menyebut burung kemade sebagai burung endemik yang hanya dijumpai di Indonesia.

Baca Juga :
Burung Cucak Rawa
Burung Prenjak

Jumat, 06 Desember 2013

Burung Prenjak

Burung Prenjak adalah segolongan burung kecil yang lincah dan banyak berkicau. Dahulu, kelompok burung ini dimasukkan ke dalam satu suku (familia) yakni Sylviidae, namun menurut taksonomi Sibley-Ahlquist yang berdasarkan analisis DNA, suku tersebut dipecah kekerabatannya menjadi Sylviidae (part) dan Cisticolidae.


Berbagai jenis burung prenjak, antara lain:

1. Prenjak Kuning, bulu dadanya berwarna kekuningan hingga ke perutnya, putih bersih hingga dewasa.
2. Prenjak Putih, bulu dadanya putih bersih dari dada hingga perut akan muncul warna abu-abu gelap merata di dada bagian atasnya.
3. Prenjak Kalung, bulu dadanya putih dengan sedikit warna kuning di perutnya, ditambah dengan garis hitam seperti kalung di dada burung ini, garisnya akan terlihat jelas ketika burung ini beranjak dewasa.
4. Prenjak Sawah, warnanya sama dengan prenjak putih hanya saja postur badanya lebih ramping, dan ada garis putih seperti alis di kepalanya.
5. Prenjak Gunung, warna bulunya seperti burik(bergaris-garis seperti jerami), posturnya lebih besar dengan ekor yang lebih panjang.
6. Prenjak Padi (Cetrung), warna bulunya sama seperti prenjak gunung hanya saja postur kecil, sebesar jari jempol tangan.
7. Prenjak Kepala Merah (Cinglar), postur kecil dengan warna merah di kepala, putih kusam di dada dengan warna abu-abu gelap di dada atas ketika burung ini dewasa.

Habitat burung jenis ini banyak ditemukan disawah, perkebunan, hutan kecil, rawa-rawa, pinggiran sungai yang berpohon, tanah lapang, padang ilalang, dan juga semak-semak. Tidak heran juga jika burung ini ada di pekarangan rumah, karena sifatnya yang tidak terlalu liar dan mudah beradaptasi asal ada pepohonan kecil dan juga makanan cukup tersedia. Penyebarannya hampir ada di seluruh Indonesia terutama yang ber iklim sedang.

Serangga adalah makanan utama burung ini, seperti: jangkrik, kroto, ulat hongkong, ulat kandang, telur rayap, lalat, belalang, capung, ulat daun dan serangga-serangga kecil lainnya. Meskipun jika dipelihara sejak kecil oleh manusia bukannya tidak mungkin burung ini bisa menyesuaikan diri dengan makanan lain, seperti voor maupun pisang.

Burung Prenjak ini biasanya memiliki 2-3 butir telur. Sarangnya kecil dan sangat halus, biasanya tersembunyi rapi dan dirancang sedemikian rupa sehingga air hujan tidak akan membasahi bagian dalam sarang. Burung ini mengeram secara bergantian dan akan meloloh sendiri anaknya hingga anaknya bisa mencari makan sendiri, biasanya ketika sudah dewasa si anak akan mencari daerah teritorial baru menjauhi daerah induknya. Mereka tidak mempunyai musim kawin seperti halnya anis merah, mereka berreproduksi setelah anaknya mampu mandiri.

Rabu, 27 November 2013

Memahami Pentingnya Peranan Induk Kenari Betina

Mendapatkan keturunan kenari dengan kualitas kicau-an yang bagus, tidak dapat dihasilkan dari hasil sekali perjodohan atau beternak dalam se musim. Seorang penangkar burung kenari yang baik mempunyai tujuan dan rencana waktu perjodohan. Memperbaiki kualitas burung yang ditangkarkan haruslah menjadi tujuan utama, untuk itu harus membuat pilihan yang bijaksana dalam menentukan jenis/ras apa yang akan digunakan untuk memperbaiki mutu. Kemudian bersabar untuk melanjutkan beberapa keturunan sampai dia menemukan garis keturunan yang benar atau dirasa cocok dan terus berkonsentrasi sampai membutuhkan lagi individu baru untuk memperbaiki keturunan.


Membeli kenari jantan yang bagus untuk dijodohkan dengan seekor kenari betina, dengan tujuan untuk mendapatkan anakan yang berjenis kelamin jantan yang berkualitas bagus seperti bapaknya. Ternyata yang terjadi adalah anakan yang dihasilkan yang berjenis kelamin jantan, namun tidak berkualitas bagus seperti bapaknya atau bahkan mendapatkan betina semua. Kemudian menjadi putus asa dan akhirnya menjual seluruh anakan dari betina tersebut, tanpa menyadari bahwa anakan yang berjenis kelamin betina yang ikut terjual, sebenarnya membawa potensi yang bagus untuk menghasilkan anakan jantan yang bagus di masa depan.

Burung berjenis kelamin betina mempunyai kromosom Z dan W, yang berperan penting untuk menentukan jenis kelamin anakan-nya. Burung betina akan menghasilkan anakan yang berjenis kelamin betina dengan meneruskan kromosom W dan menghasilkan anakan berjenis kelamin jantan dengan meneruskan kromosom Z. Dengan meneruskan kromosom Z ke keturunan yang berjenis kelamin jantan berarti betina tersebut mewariskan nyanyian indah yang berasal dari "ayah si betina" ke anak jantan-nya.

Untuk memperbaiki garis keturunan yang bagus/menghasilkan anakan yang bagus, maka diperlukan seekor kenari jantan yang berkualitas bagus. Hasil perkawinan betina dengan pejantan yang bagus tidak selalu dapat menghasilkan anakan berjenis kelamin jantan yang hebat seperti ayahnya. Akan tetapi anakan yang berjenis kelamin betina yang berasal dari pejantan yang bagus mempunyai potensi sebagai induk yang baik untuk menghasilkan pejantan yang bagus, meskipun saudaranya mungkin jelek.

Banyak dari kita, yang tidak memberi kesempatan pada betina-nya untuk memperbaiki garis keturunannya. Ketika kenari betina menghasilkan keturunan seekor kenari jantan yang mempunyai kualitas nyanyian yang jelek, hal ini tidak berarti bahwa betina tersebut tidak mempunyai potensi untuk menghasilkan keturunan yang baik. Semua kenari, baik yang berjenis kelamin jantan atau pun betina, pasti membawa gen yang baik atau buruk. Sebagai contoh, di dalam sebuah sarang dengan 4 anakan akan memiliki kualitas yang berbeda-beda, mungkin hanya satu atau dua ekor anakan tersebut yang bagus kualitas suaranya, dan yang lainnya mungkin memiliki kualitas suara yang cukup atau bahkan jelek.


Sifat-sifat dari nenek moyangnya berperan penting dalam proses menghasilkan keturunan. Sebagai contoh: indukan kenari yang bagus dapat saja menghasilkan anakan yang berkualitas jelek, akan tetapi harus diingat bahwa individu betina mewarisi kromosom Z yang berasal dari bapaknya yang membawa kualitas nyanyian yang bagus atau buruk. Sangatlah bijaksana bila memilih kenari betina bukan dari kualitas nyanyian saudaranya tetapi dari kualitas nyanyian bapaknya.

Memahami pentingnya peranan induk kenari betina, karena individu betina tidak berkicau sehingga tidak terlihat apakah kenari tersebut sebagai pembawa gen penyanyi yang baik atau tidak. Secara genetis terbukti bahwa kenari betina berpotensi sebagai induk yang akan menentukan kualitas nyanyian anakan-nya.

Sabtu, 23 November 2013

Lestarikan Burung Dengan Menanam Pohon

Pertanyaan sederhana yang selalu ada di fikiran saya adalah “mengapa burung-burung itu ada di sekitar rumah?”, burung- burung itu juga memamerkan kicauannya yang merdu. Tak jarang orang mengeluarkan biaya cukup banyak dan pergi jauh hanya untuk menikmati kicauan burung. Beruntunglah saya yang tinggal di perkampungan, masih bisa menikmati kicauan burung dengan gratis.

Burung tidak hanya dapat dinikmati keindahan suaranya, tetapi juga memberikan jasa ekosistem sebagai pengendali hama, pemencar biji dan membantu penyerbukan, juga menjadi salah satu indikator kualitas lingkungan. Artinya keberadaan burung menjadi indikator bahwa tempat tersebut memberikan daya dukung bagi kelangsungan hidupnya untuk mencari makan, bersarang dan berkembang biak.

Ternyata pohon-pohon yang tumbuh di pekarangan atau belakang rumah menjadi tempat untuk mencari makan dan bertengger bagi beberapa jenis burung, bahkan beberapa diantaranya membuat sarang di pohon-pohon tersebut. Dengan demikian, saya dapat menyimpulkan, bila ingin menikmati suasana kicauan burung di pagi hari, tidak harus pergi jauh dan mengeluarkan biaya yang mahal, tetapi bisa dilakukan dengan menanam pohon-pohon di pekarangan atau di belakang rumah .Tentunya, mengetahui jenis-jenis pohon yang disukai burung juga menjadi hal yang penting, misalnya pohon yang bertajuk tinggi dan pohon penghasil buah.

Tidak hanya bagi penghuni rumah, kehadiran pohon di pekarangan memberikan keuntungan pula bagi mahluk lain khususnya jenis-jenis burung. Pohon di sekitar rumah tidak hanya berfungsi sebagai peneduh melainkan juga menjadi penghasil buah, bunga dan yang pasti juga oksigen. Bagi beberapa jenis burung, pohon bagaikan sebuah warung makan. Menu makanan sederhana yang mereka sukai adalah bunga, buah dan biji. Pohon dapat dijadikan sebagai tempat berburu yang mengasyikkan bagi burung pemakan serangga. Selain itu, pohon juga dijadikan tempat membuat sarang. Sarang dibuat dari berbagai bahan seperti ranting, daun, bahkan tanah. Terakhir, pohon merupakan sebuah “Hotel Bintang Lima” tempat burung-burung beristirahat seperti halnya anda pada saat di rumah.

Manusia dan burung memang sama-sama diuntungkan dengan adanya pohon di sekitar rumah. Bagaimana dengan pohonnya?, apakah pohon menjadi rusak atau merana, jika dikunjungi atau dihinggapi burung? Secara teori, burung merupakan agen penyebar biji yang paling handal. Pohon tertolong dengan perkembangbiakan alami yang disebar oleh burung. Selain itu pohonpun akan senang dan tumbuh subur apabila diberi pupuk kotoran burung. Tetapi tidak semua jenis pohon dan tanaman mampu memikat burung-burung untuk datang. Jenis-jenis pohon yang mampu memikat burung adalah jenis tanaman buah. Pohon buah yang mempunyai daya tarik luar biasa bagi burung antara lain: sawo, srikaya, nangka, rambutan, jambu air, durian, belimbing, mangga atau pohon salam.

Selain jenis buah-buahan, beberapa tanaman hias yang disukai burung misalnya kenanga, dadap merah, bunga kupu-kupu, sikat botol, kamboja, bambu kuning, palem merah atau kembang soka. Sementara untuk pohon peneduh atau jenis tanaman keras lainnya, burung-burung ternyata senang hinggap di pohon asam kranji, beringin, randu, jarak pagar, flamboyan, karet, kayu putih, sengon, tanjung, turi, mindi, glodogan dan beringin. Cara mendapatkan pohon atau jenis tanaman pemikat burung tidaklah sulit, bisa membeli bibit di penangkar tanaman atau mencangkok dari pohon milik teman atau tetangga kita. Namun untuk mendapatkan pohon yang disukai burung-burung, tentu membutuhkan waktu yang relatif lama. Kita harus bersabar menunggu agar pohon tumbuh besar dan berdaun rindang.

Sebuah investasi untuk kenyamanan dalam jangka panjang, tak ada salahnya mulai memilih tanaman atau pohon yang mampu memikat para burung untuk singgah di pekarangan rumah. Biarkan kicauanya menjadi bagian dari harmonisasi alam di sekitar rumah kita. Menanam pohon merupakan salah satu langkah untuk mengurangi dampak pemanasan global, karena pohon mampu menyerap dan menyimpan karbon. Maka usahakan mulai dari sekarang untuk memulai menanam pohon di sekitar rumah, meskipun hanya satu pohon. Hijau rumahku, ramah bumiku, lestari burung dengan menanam pohon!!!.

Selasa, 19 November 2013

Penyebab Kematian Piyikan Kenari

Setelah telur menetas yaitu pada minggu- minggu pertama merupakan masa "kritis" bagi piyikan kenari karena rentan terhadap gangguan. Sangat diperlukan perhatian ekstra, banyak kasus kematian piyikan kenari ini tanpa disadari/diketahui oleh pemiliknya dan tidak mengetahui penyebabnya. Setelah piyikan berumur 2 - 3 hari, tiba-tiba ditemukan dalam keadaan lemas, ada yang mati dan ada yang masih dalam kondisi segar, ada juga ditemukan sudah dalam keadaan gepeng dan hitam tubuhnya, bahkan mungkin sudah mengeluarkan bau busuk, dan ada juga yang hilang lenyap tak tentu rimbanya.


Adapun penyebab kematian piyikan kenari, antara lain :

1.Induk betina tidak mau meloloh piyikan kenari yang baru saja lahir.
Penyebabnya ada bermacam-macam kemungkinan. Bisa jadi induk betina mewarisi perilaku abnormal, misalnya piyikan mati di bunuh olehinduknya sendiri karena sebab-sebab tertentu. Induk betina hiper protektif, artinya terlalu over dalam melindungi piyikan sehingga tidak mau turun atau keluar dari sarang untuk mencari atau mengambil makanan untuk anak-anaknya, akibatnya piyikan kenari terlambat memperoleh asupan makanan dari induknya sehingga berujung pada kematian. Induk betina ceroboh, sehingga ada piyikan kenari yang tanpa sengaja terinjak-injak, hal ini terjadi pada saat malam hari (suasana gelap).

2. Saling menginjak antar sesama piyikan kenari di dalam sarang.
Biasa terjadi pada saat berebut minta lolohan dari induknya, yang menjadi korban adalah piyik kenari kecil atau yang menetas paling akhir yang tentu saja badannya paling lemah. Saling berebut minta jatah lolohan dari induknya, yang menjadi korban adalah piyik kenari yang paling kecil karena kalah dalam mendapatkan jatah lolohan. Beberapa kaus terjadi karena piyikan kenari lahir abnormal,prematur atau cacat yang menyebabkan kematian.

3.Lingkaran sarang terlalu sempit.
Karena jumlah piyikan cukup banyak ( 4 ekor misalnya) sehingga tidak muat dan piyikan saling berdesak-desakan, akibatnya piyikan kenari paling kecil menjadi korban. Bahan sarang tidak memberikan kehangatan atau kenyamanan, sehingga piyikan merasa kedinginan dan berakibat pada kematian. Bahan sarang tidak tertata rapi sehingga ada piyikan kenari yang terjerat kaki, kepala atau lehernya. Sarang tidak bersih sehingga menjadi sarang kuman dan penyakit yang akhirnya piyikan kenari terserang penyakit yang berujung pada kematian.

4. Terjadi perubahan suhu yang ekstrem.
Hal ini menyebabkan pengaruh buruk bagi kelangsungan hidup piyikan kenari terutama pada masa-masa kritis. Kondisi daerah sekitar sarang yang kurang aman dari satwa liar, seperti: ular, kadal, tokek, cicak, semut, dsb.

5. Lupa atau terlambat memberikan makanan asupan untuk dilolohkan ke piyikan kenari.
Pada masa lolohan piyik kenari, induk betina biasanya diberikan makanan tambahan seperti daun sawi putih/hijau dan telur rebus. Jika lupa tidak memberikan makanan tambahan tersebut, maka induk betina akan kesulitan dalam meloloh anak-anaknya karena saat itu piyikan kenari belum saatnya diloloh dengan biji-bijian. Salah dalam memberikan jenis makanan tambahan, biasanya terjadi pada para peternak pemula yang masih awam dan belum tahu benar jenis makanan tambahan bagi induk betina yang sedang meloloh anaknya. Misalnya di beri buah atau sayuran yang tidak pada umumnya diberikan. Tentu saja makanan tersebut tidak akan dimakan si induk betina dan tidak dilolohkan ke piyik kenari.


Dengan mengetahui penyebab kematian piyikan kenari ini, bisa membantu anda guna meminimalisir angka kematian piyikan kenari. Semoga bermanfaat.

Jumat, 01 November 2013

Menjodohkan Burung Palek

Menjodohkan burung palek relatif mudah dilakukan baik di kandang aviary maupun kandang koloni. Lebih baik lagi apabila burung yang hendak dijodohkan dipisahkan berdasarkan warnanya, dan itu bisa dilakukan sejak burung masih muda. Misalnya burung yang masih memiliki warna asli (abu-abu normal) dipelihara dalam kandang tersendiri, sedangkan burung yang memiliki warna mutasi, misalnya warna pearl, dimasukkan dalam kandang lainnya.

Ketika burung-burung tersebut sudah berusia matang, atau sudah mencapai umur dewasa kelamin (umur 6 – 7 bulan), kita bisa melakukan sexing atau membedakan palek jantan dan betina. Tetapi pada metode ini, kita cukup memantau apakah ada beberapa burung yang setiap saat selalu berdekatan, terlihat rukun dan harmonis. Kalau sudah ada yang berjodoh, Anda tinggal memasukkan kotak sarang atau gelodok ke dalam kandang. Sebagian besar bahan sarang ditata dalam gelodok, dan sisanya bisa diletakkan di dasar / lantai kandang untuk memancing burung saat akan bereproduksi.

Jika burung tersebut sudah berusia matang, atau sudah mencapai umur dewasa kelamin, pisahkan burung jantan dari kandang aviary, untuk ditempatkan dalam kandang soliter. Jadi, setiap pejantan menempati kandangnya masing-masing. Burung betina tetap berada di kandang aviary atau kandang koloni. Seminggu kemudian, masukkan betina A ke kandang jantan A, betina B ke kandang jantan B, dan seterusnya, tergantung berapa jumlah calon induk yang Anda miliki. Jika berjodoh, setiap pasangan akan selalu berdekatan dan rukun. Saat itulah, masukkan kotak sarang atau gelodok ke dalam kandang.

Beberapa perilaku yang menunjukan ketertarikan burung palek jantan terhadap pasangannya antara lain :

•Mematuk :
Burung jantan akan mulai mematuki apa saja dengan paruhnya ( membenturkan paruhnya ) untuk tujuan mencari perhatian betinanya. dengan membentur-benturkan paruhnya kepada kawat, tenggeran dinding kandang atau benda lain dengan suara yang mirip suara burung pelatuk saat mematuki batang pohon.

•Mengembangkan sayap :
Burung jantan akan mengembangkan kedua sayapnya untuk menarik perhatian burung betina.

•Memanggil dari dalam kotak sarang :
Burung betina akan memeriksa kotak sarang lalu keluar dan setelah itu burung jantan akan masuk untuk memeriksa sarangnya lalu ia mulai memanggil burung betina dari dalam sarangnya dan dari situ terjadilah perkawinan.

•Suara siulan:
Ada beberapa suara khas panggilan untuk kawin dari burung palek ini.

Pantau aktivitas mereka selama beberapa hari. Burung palek jantan biasanya akan berkicau dengan keras, sambil menaikkan atau menurunkan kedua sayapnya secara cepat, dan menari di tenggeran. Burung betina mengeluarkan suara khasnya (serak / parau), yang menunjukan siap untuk dikawini. Seminggu kemudian, setiap burung dibetina dipasangkan dengan burung jantan dan dipelihara dalam kandang soliter. Biasanya dalam waktu 2-3 hari, mereka akan berjodoh. Bahkan terkadang dalam waktu 10 menit saja bisa berjodoh.

Menjodohkan burung palek bisa dilakukan dalam kandang penangkaran dengan tanpa keberadaan kotak sarang ( glodok ) didalam kandang penangkaran tersebut, baru jika sudah terlihat perilaku yang menunjukan bahwa mereka sudah berjodoh dan saling menerima satu sama lain, maka kotak sarang bisa di pasang.

Membedakan Palek Jantan Dan Betina

Membedakan palek jantan dan betina merupakan hal yang sangat mudah apabila burung tersebut masih dalam warna aslinya, namun jika sudah melalui proses kawin-silang yang panjang dan menghasilkan beberapa warna mutasi, tentu untuk membedakan jenis kelaminnya akan menjadi lebih sulit, apalagi jika masih berusia muda.

Pada burung palek dewasa, terutama palek non-mutasi yang berwarna asli abu-abu, jantan dan betina lebih mudah dibedakan dari warna wajahnya. Palek jantan memiliki wajah berwarna kuning cerah. Sedangkan palek betina memiliki warna kuning pucat pada wajahnya, selain itu, seluruh bulu burung jantan berwarna abu-abu gelap. Adapun abu-abu pada bulu betina cenderung kusam, atau terkadang terlibat sebagai cokelat kelabu. Bulu ekor pada burung betina memiliki pola bergaris di bagian bawah.

Untuk mengetahui jenis kelamin dari burung palek yang sudah mengalami perubahan warna atau mutasi, bisa mengikuti panduan dibawah ini:

a. Burung jantan akan lebih sering berkicau daripada burung betina.
b. Burung jantan berkicau dengan bersiul, sedangkan burung betina tidak berkicau, tetapi lebih tepat disebut memekik.
c. Burung betina akan terlihat lebih tenang, tidak seagresif burung jantan.
d. Burung betina sering berdesis dan menggigit.
e. Burung jantan lebih sering mengangkat sayapnya sedikit, dengan dada membusung.
f. Jika ada bintik atau garis di bagian bawah bulu ekor atau sayapnya, kemungkinan besar burung betina. Hal itu bisa terlihat kalau bulu-bulunya diarahkan pada cahaya yang terang (burung harus dipegang dan dilihat di bawah cahaya).
h. Sebagian palek mania melihat perbedaan jantan dan betina dari warna oranye di bagian pipi burung. Jika warnanya menor atau lebih terang, berarti jantan. Jika oranyenya sedikit dan tidak terang, berarti betina.

Percobaan:
Lakukan pengujian dengan meletakkan cermin di depan burung palek. Burung jantan biasanya akan langsung terpesona, dan selalu memperhatikan bayangannya sendiri. Burung betina justru menghindari dan sama sekali tidak tertarik dengan bayangannya sendiri dalam cermin.

Hal terpenting dalam penangkaran burung palek adalah memilih burung yang sudah benar-benar siap, karena beberapa burung belum sepenuhnya dapat ditangkarkan sebelum berusia 18 - 24 bulan, akan tetapi secara umum burung jantan biasanya akan benar-benar siap dan matang setelah berusia 12-15 bulan dan burung betina akan benar-benar matang dan siap bertelur setelah mereka berusia 12 - 15 bulan, meskipun pada usia 6 bulan burung betina juga bisa di tangkarkan dengan beberapa konsekuensi diantaranya, belum memiliki kemampuan dalam merawat anak-anaknya, serta belum terbiasa mengerami telurnya, sehingga akan sering ditinggal dalam waktu yang lama yang bisa berakibat kegagalan dalam penetasan dan juga resiko terkena egg binding.

Demikian uraian singkat tentang bagaimana cara membedakan burung palek jantan dan betina. Semoga bermanfaat....
Baca juga : Tanda Gangguan Kesehatan Pada Burung Palek

Senin, 21 Oktober 2013

Burung Cipoh Kacat

Burung Sirpu, cipoh, sirtu, cipew, dan catow, merupakan burung pengicau berukuran kecil dengan panjang tubuh hanya sekitar 13 cm, termasuk dalam keluarga Aegithidae, dengan nama spesies Aegithina tiphia. Dalam literatur internasional, burung sirpu disebut sebagai common iora, untuk membedakannya dari green iora (Aegithina viridissima) atau cipoh jantung. Di Indonesia, sirpu memiliki nama resmi yaitu burung cipoh kacat, dengan wilayah persebaran Sumatera (Aegithina tiphia horizoptera), Kalimantan (Aegithina tiphia viridis), serta Jawa dan Bali (Aegithina tiphia scapularis).


Burung mungil bersuara indah ini mulai terlupakan, di kalangan penggemar burung kicauan sepertinya tidak begitu bergairah lagi untuk memelihara, maupun mencetak burung mungil ini menjadi burung yang layak untuk dipertandingkan. Padahal burung ini tidak kalah kemampuannya untuk bersaing dengan burung-burung kicauan lain yang saat ini digemari seperti: murai batu, kacer, cucak hijau, dan lain-lain.

Sekilas burung ini menyerupai burung Decu, hanya dibedakan dengan warna yang berbeda yaitu berwarna kuning kehijauan. Makanan yang disukai oleh burung sirpu ini adalah kroto, jangkrik berukuran kecil, belalang dan buah-buahan seperti pisang. Pemberian pakan buatan seperti voer juga boleh diberikan kepada burung ini, hanya saja pemberian extra fooding seperti kroto harus setiap hari atau paling tidak sekali dua hari. Apabila kebutuhannya tersebut dipenuhi maka burung ini akan rajin berkicau dan berumur panjang.

Selasa, 15 Oktober 2013

Tanda Gangguan Kesehatan Pada Burung Palek

Pada saat melakukan penangkaran burung palek, sering dijumpai beberapa gangguan kesehatan yang terjadi. Dengan mengenali gangguan kesehatan itu, diharapkan dengan cepat pula dapat mencari solusi pengobatan dan pencegahannya.

Beberapa Tanda gangguan kesehatan pada burung palek, antara lain:



  • Burung terlihat bermalas-malasan.

  • Burung ini termasuk burung yang aktif dan lincah, jika terlihat malas-malasan atau kurang aktif, bisa jadi karena kondisinya yang memang kurang sehat.



  • Bulu-bulu yang rusak / tidak teratur.

  • Palek termasuk burung pesolek, bila melihat bulu-bulunya berantakan, itu menunjukan burung sedang dalam kondisi kurang sehat.



  • Bulu yang berdiri.

  • Jika terlihat bulu-bulu berdiri, besar kemungkinan karena perubahan suhu di dalam kandang.



  • Kotoran sangat encer.

  • Kondisi kesehatan burung dapat dilihat dari kondisi kotorannya, bila berair (encer) berarti ada gangguan pencernaan yang berkaitan dengan masalah pakan.



  • Hidung dan mata berair.

  • Burung yang normal dan sehat memiliki panca indra yang bersih dan kering, bila salah satu organ tubuh tersebut berair, misalnya : mata dan lubang hidung (nostril) dipastikan bahwa burung dalam keadaan sakit.



  • Lebih sering berada di lantai kandang.

  • Burung yang sakit parah menunjukan gejala, tidak mau naik ke tenggeran karena terlalu lemah.



  • Vent atau kloaka yang kotor.

  • Burung yang sehat akan memiliki vent atau kloaka yang bersih, bila terdapat kotoran yang menempel sangat banyak, berarti burung mengalami gangguan kesehatan.



  • Bersuara aneh.

  • Burung sehat bernafas normal, bila terdengar suara aneh, kemungkinan burung mengalami masalah pada saluran pernafasannya.



  • Ekor naik-turun.

  • Ekor burung yang naik-turun seirama dengan nafasnya, menunjukkan dalam kondisi kepayahan karena sakit dan berkaitan dengan kelelahan, atau karena takut.



  • Kotoran berbau sangat menyengat.

  • Burung betina akan mengeluarkan kotoran lebih besar ukurannya dari kondisi biasa, dan berbau sangat menyengat bila berada dalam kondisi sedang bertelur dan mengerami, bila gejala itu ada tidak dalam kondisi birahi atau berreproduksi berarti ada masalah kesehatan pada burung tersebut.

    Semoga artikel Tanda gangguan kesehatan pada burung palek ini berguna bagi Anda yang tertarik untuk memelihara atau menangkar burung ini. Salam sukses.

    Jumat, 04 Oktober 2013

    Burung Palek

    Disebut parkit australia karena burung ini memang berasal dari Australia, penampilan fisiknya yang cantik, dan terutama kepandaiannya. Parkit australia tersebar luas ke berbagai negara karena kegiatan import satwa, tidak terkecuali Indonesia.


    Di alam bebas, burung palek berwarna abu-abu. Setelah mulai ditangkarkan, ternyata menghasilkan warna-warna baru hasil mutasi warna melalui perkawinan silang, sebagaimana jika anda menangkarkan lovebird.

    Cinnamon
    Warna ini diyakini berasal dari Belgia, yang penangkar-penangkarnya dikenal jago dalam mutasi warna pada lovebird dan gould amadine. Cinnamon memiliki beberapa varian lagi, seperti pied cinnamon, pearl cinnamon, dan primrose pearl cinnamon.

    Dominant silver
    Burung palek dengan warna dominant silver atau warna keperakan dikembangbiakan di Inggris sekitar tahun 1979. Burung jantan memiliki warna lebih gelap, meski ada juga beberapa individu burung betina memiliki warna lebih gelap daripada betina pada umumnya.

    Lutino
    Burung palek lutino memiliki warna kekuningan. Kaki dan matanya merah. Ekornya juga lebih kekuningan dibandingkan dengan bagian tubuh lainnya.

    Albino
    Warna ini terjadi dari perkawinan pasangan yang berwarna lutino berwajah putih. Palek albino tidak memiliki pigmen warna, sehingga wajahnya tidak memiliki warna sebagaimana jenis lainnya. Sedangkan perubahan mata albino menjadi merah dikembangbiakan di Jerman tahun 1960-an.

    Pied
    Palek ini bisa memiliki warna yang berbeda pada bulu yang sama. Sangat sulit membedakan jenis kelamin mereka dengan melihat warnanya. Karena itu, para penangkar hanya membedakannya dari suara yang dikeluarkan.
    Pied ini dibagi menjadi beberapa kategori yaitu:
    a) pearl pied (warna akan terlihat pada kepala dan leher yang kekuningan)
    b) primrose pied (palek dengan warna kekuningan)
    c) cinnamon pied (palek dengan warna cinnamon)
    d) white-faced pied (palek dengan wajah putih tanpa warna)

    White-faced
    Sesuai dengan namanya, bagian wajah berwarna putih. Warna ini dikembangkan di Belanda sekitar tahun 1969 -1978, kemudian dibawa ke Jerman dan Inggris .

    Pearl
    Warna ini dikembangkan di Jerman sekitar tahun 1967.

    Menangkarkan burung palek atau parkit australia memang hampir sama dengan menangkar burung lovebird, baik dari perawatan maupun permasalahan yang timbul selama penangkarannya, namun tentu saja perbedaan karakter dan perilaku yang menjadikan menjodohkan burung palek ini lebih mudah atau justru lebih sulit.

    Palek termasuk burung yang menarik untuk dipelihara, apalagi jika kita berniat mengembang-biakannya. Meskipun permintaan pasar tidak seramai burung lovebird, namun menangkarkan burung palek masih merupakan peluang usaha yang cukup menjanjikan.

    Senin, 30 September 2013

    Merawat Burung Ciblek Hasil Tangkapan

    Bagaimana cara merawat burung ciblek hasil tangkapan dari hutan, sawah, kebon?, tentunya agak susah karena burung tersebut masih belum terbiasa makan voer , juga karena tingkat stress yang tinggi sehingga seringkali membuat burung ciblek yang baru kita dapatkan menjadi susah makan sehingga akibatnya menjadi fatal,burung akan sakit dan mati.


    Untuk mengatasi masalah tersebut , hal yang harus kita lakukan saat baru mendapatkan burung ciblek yang masih liar adalah dengan memberikannya full kerodong dengan tidak lupa memasukkan makanannya seperti kroto dan ulat hongkong kedalam wadah pakan. tujuannya agar burung tersebut belajar terbiasa makan dari wadah pakan yang sudah kita sediakan. Perlakuan dengan cara ini berlangsung selama 3 hari.

    Setelah itu pakanan mulai dapat dicampur dengan voer. Pilihlah voer yang halus dan campur dengan ulat kecil ke dalam wadah pakan.Perbandingan voer dengan ulat hendaknya 30 persen untuk voer dan 70 persen untuk ulat. Dapat juga anda menambahkan kroto segar di pagi hari. Untuk sementara sangkar tetap dikerodong rapat.

    Setelah sepekan, perbandingan campuran pakan hendaknya dirubah, yaitu 50 : 50. Pada saat inilah, kerodong mulai bisa di buka separuh dan sangkar diletakkan di tempat yang ramai aktifitas. Lakukan hal demikian hingga kurang lebih 1 minggu.

    Selanjutnya kerodong dapat dibuka sepenuhnya dan ulat kecil dapat anda kurangi porsinya. Sebelumnya lihat terlebih dahulu kondisi kotoran pada sangkar, jika kotoran sudah tercampur voer maka itu pertanda bahwa burung ciblek sudah mulai memakan voer.


    Bahwa burung cible merupakan burung pemakan serangga kecil, meskipun sudah senang makan voer, alangkah baiknya tetap sediakan ulat kecil dalam porsi yang cukup untuk setiap hari. Hal ini bertujuan agar burung tetap mendapatkan nutrisi yang baik, selain itu berilah kroto setiap 2-3 hari sekali.

    Sekian artikel merawat burung ciblek hasil tangkapan, semoga bermanfaat.

    Minggu, 29 September 2013

    Burung Kenari Yorkshire

    Terkesan karena keindahan bulu dan kemerduan suaranya dengan berbagai jenis burung kenari yang sekarang merupakan perkembangan keturunan dari kenari liar yang bernama latin Serinus Canarius. Banyaknya jenis kenari ini karena perkembangbiakan secara kawin silang yang terjadi sejak lima abad yang lalu.

    Negeri kincir angin (Belanda) yang kini lebih dikenal sebagai negara pengekspor kenari ke Indonesia, semula mendatangkan kenari dari Inggris, Jerman dan Belgia, kemudian dikawinsilangkan dengan kenari liar dan menghasilkan beberapa jenis seperti norwich,scoth fancy,bolder fancy,london fancy,yorkshire,lanchaisire,gloser,dan sebagainya.


    Nama burung kenari tidak berhubungan dengan buah kenari, melainkan diambil dari nama pulau habitat aslinya, yaitu Kepulauan Canary. Kepulauan itu sendiri mendapat namanya dari bahasa Latin canarias yang berarti (pulau) anjiing, karena banyaknya anjing liar yang ada di sana pada zaman dahulu.

    Jenis kenari yang populer adalah Burung Kenari Yorkshire. Burung Kenari ini merupakan salah satu jenis kenari yang sangat fenomenal. Disebut seperti ini karena kenari jenis ini memang banyak digemari oleh pecinta burung kenari hampir di semua negara. Selain posturnya yang besar, kenari yorkshire juga memiliki volume yang relatif di atas rata-rata.

    Kenari yorkshire sendiri bukan jenis burung kenari yang lahir secara alamiah, kenari yorkshire merupakan kenari hasil silangan dari jenis kenari lanchasire, kenari norwich dan belgian bult, bahkan sumber lain terdapat tambahan genetik untuk memperlengkap warnanya yaitu dari kenari jenis cinnamon.

    Kenari yorkshire adalah kenari populer yang mempunyai banyak keunikan, antara lain :

    1. Mempunyai postur yang proporsional. Bukan hanya besar, kenari jenis ini posturnya sering diibaratkan sebagai wortel terbalik.
    2. Memiliki volume suara yang relatif keras.
    3. Memiliki corak warna dan postur yang beraneka ragam, hal ini karena kenari yorkshire hingga sekarang ini sebenarnya masih dalam taraf me-modernisasikan shape dan size nya.
    4. Merupakan salah satu kenari yang lumayan sulit untuk diternakkan. Asumsi ini tak lain berasal dari jumlah yorkshire yang mampu beranak dan melestarikan galurnya masih sangat terbatas (khususnya di Indonesia).
    5. Perawatan yang relatif lebih sulit daripada kenari lokal.

    Di Indonesia, burung kenari yorkshire sering dikawin-silangkan dengan kenari lokal/ jenis lainnya sehingga diharapkan akan mendapat anakan yang memiliki volume suara keras, postur lumayan dan "fighter". Namun seiring dengan waktu, peternak mengeluhkan kenari yorkshire yang mendadak mati.


    Karena merupakan kenari import maka yorkshire memerlukan perawatan yang berbeda daripada kenari lokal. Sebagian besar peternak, memilih ruangan tertutup/ indoor sebagai tempat beternak kenari yorkshire, sehingga yang menjadi acuan adalah suhu kamar. Di indonesia kita dapat menerapkan cara beternak yorkshire dengan menggunakan metode suhu kamar/ ruangan yang dapat dikondisikan dan diatur suhunya. Suhu rata-rata adalah 20 - 34 derajat celcius, dengan asumsi merupakan suhu ambang batas ketahanan.

    Demikian artikel mengenai Burung Kenari Yorkshire. Semoga bermanfaat.

    Kamis, 19 September 2013

    Video Merawat Burung Ciblek Anakan

    Merawat Burung Ciblek Anakan ternyata membutuhkan ketelatenan yang tinggi. Anda harus menyediakan banyak waktu untuk melakukan handfeeding atau meloloh setiap satu jam sekali. Ada yang menyarankan, bila meloloh anakan burung ciblek harus menggunakan pakan hidup berupa kroto.


    Namun pada saat saya memperoleh anakan burung ciblek ini, ternyata pakan kroto sangat sulit didapatkan. Tidak ada yang menjual kroto, setiap kali saya mampir di penjual pakan burung. Pakan alternatif yang saya gunakan untuk melakukan handfeeding atau meloloh anakan ciblek ini adalah dengan menggunakan voer khusus burung berkicau. Satu sendok teh untuk pakan instant berupa voer halus ini dicampur dengan sedikit air, kemudian dapat diberikan kepada anakan ciblek.

    Untuk Cara melakukan handfeeding pada anakan ciblek secara sederhana dapat  anda lihat pada video berikut.